Kamis, 05 Juni 2008

puisi buat sahabat

Dalam Doaku
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak“Hujan Bulan Juni”)
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yangsemalaman tak memejamkan mata, yang meluas beningsiap menerima cahaya pertama, yang melengkung heningkarena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yanghijau senantiasa, yang tak henti-hentinyamengajukan pertanyaan muskil kepada anginyang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burunggereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulubunga jambu, yang tiba-tiba gelisah danterbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yangturun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkatdi jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnyadi rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakityang entah batasnya, yang setia mengusut rahasiademi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyibagi kehidupanku
Aku mencintaimu.Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakankeselamatanmu

Tidak ada komentar: